Toga Sinaga
Toga Sinaga adalah salah satu marga besar Batak Toba dengan banyak sub-marga (boru). Sinaga, beserta Boru, Bere (anak laki-laki dari saudari perempuan), dan Ibebere (cucu dari garis perempuan), membentuk keluarga besar yang saling terikat secara adat.
Toga Sinaga dikenal dengan Si Sia Ama, Si Tolu Ompu, yang artinya yang berasal dari 9 garis keturunan Bapak dan 3 garis keturunan Kakek yang mempunyai sebuah tugu yang terletak di Huta Sinaga Uruk Negeri Urat Samosir yaitu perkampungan pertama Toga Sinaga.
Toga Sinaga memiliki motto "Parhatian Sibola Timbang Paninggala Sibola Tali , Tuginjang Sora Monggal Tutoru Sorameleng", yang secara harafiahnya artinya adalah dalam kehidupannya (marga Sinaga) agar berprilaku dan bertindak secara adil, jujur dan tulus dengan semangat kuat dan tangguh.
Dalihan Na Tolu
Dalihan Na Tolu — secara harfiah "tungku berkaki tiga" — adalah filosofi adat Batak yang mengatur hubungan tiga unsur:
- Hula-hula: keluarga ibu, mertua — dihormati
- Boru: keluarga adik perempuan maupun anak perempuan — disayangi
- Dongan tubu: sesama marga — dijaga harmonis
Tiga relasi ini saling melengkapi — seperti tungku yang stabil berdiri karena tiga kakinya seimbang.
Penerapan Modern
Di Jakarta, prinsip Dalihan Na Tolu tetap dijaga melalui partangiangan, pesta adat, dan kegiatan organisasi. PPTSBB Wilayah Jakarta Baru memastikan generasi muda urban tetap mengenal dan menerapkan filosofi ini.